Hanna Klappertaart, Terinspirasi Resep Lama 14
Selasa, 22 Des '09 14:53
Kalau di Bandung ada Evieta Klappertaart, maka di Jakarta yang banyak dikenal adalah Hanna's Klappertaart.
Lokasi utamanya di Jl Kayu Putih I No B2, Jakarta Timur. Dekat dengan GKI lah. Tapi kalau nggak mau repot kesana, silakan saja mampir di beberapa food stah; yang ada di mal, seperi: Plaza Indonesia, Okaza Senayan, Senayan Citu, Mal Kelapa Gading, PIM 1 dan 2, serta Dapoer Ciragil. Di tempatptempat tersebut terdapat showcase yang khusus menyediakan Hanna's Klappertaart.
Keistimewaan Hanna's Klappertaart adalah resepnya yang sudah kuno. Hanna Sukmaningsih memang terinpirasi resep lama, yaitu resep Klappertaart yang masih original, koleksi kerabat jauhnya.
"Waktu itu awal tahun 2005. Ada kerabat jauh, namanya Oma Helmy yang sudah berusia 70 tahun. Beliau tidak punya keluarga yang tertarik mewarisi resep aslinya yang luarbiasa itu. Jadilah aku yang diajarinya. Dia bilang: Hanna ayo belajar. Dari sini kau bisa cari uang," kenang Hanna.
Lulusan Trisakti Jurusan Design Grafis tahun 1994 ini bisa dikatakan sudah jadi karyawan kantoran mapan. Tapi dua tahun yang lalu hatinya terpikat pada klappertaart, dan ia memutuskan untuk terjun ke dunia kuliner secara total.
"Waktu itu awal tahun 2005. Ada kerabat jauh, namanya Oma Helmy yang sudah berusia 70 tahun. Beliau tidak punya keluarga yang tertarik mewarisi resep aslinya yang luarbiasa itu. Jadilah aku yang diajarinya. Dia bilang: Hanna ayo belajar. Dari sini kau bisa cari uang," kenang Hanna.
Jadi lah, saat itu putri pelawak Kasino (alm) dan Mieke ini belajar dari Oma Helmy proses pembuatan klappertaart dengan resep asli dan sudah turun temurun.
"Melihat Oma Helmy memasak, kayaknya gampang, hasilnya luarbiasa. Tapi ketika dipraktekkan sendiri di rumah, aku beberapa kali gagal, mana yang teksturnya tidak lembut, mana yang gampang asam."
Gagal bukan berarti menghentikan keinginan Hanna untuk berusaha. Ia justru melihat ini sebagai peluang, "Kan kalau susah buatnya, sementara rasanya enak, pasti orang akan mencari kalau aku bisa menyediakan produk siap saji."
Begitulah, tiga bulan pertama ia terus berlatih. Ada saat-saat gagal, ada saat-saat pembuatan klappertaartnya sukses. Alah bisa karena biasa, lama kelamaan ia tahu kenapa kadang klappertaartnya gagal.
"Ternyata kuncinya adalah pada pengadukan yang terus menerus dengan gerakan searah," jelasnya dengan mata berbinar sambil menjelaskan trik-trik lain yang harus diperhatikan saat pembuatan.
Brand & Marketing
Bisa membuat produk klappertaart yang enak dan banyak pesanan membuat Hanna berpikir mulai perlu mengembangkan brand.
"Kan banyak juga orang yang membuat klappertaart. Resto-resto Manado biasanya juga menawarkan menu ini. Makanya aku mikir gimana caranya orang tahu kalau klappertaart enak ini bikinanku," tutur Hanna menjelaskan maksudnya.
Ia kemudian mengerahkan kemampuan grafisnya. Asiknya, ia juga punya konsultan gratis buat urusan yang satu ini. Maklum, suaminya juga pekerja dan penggiat advertising. Klop. Akhirnya dipilih brand yang paling sederhana tapi mengena dan tepat tujuan: "Hanna's Klappertaart"
Dengan merek itulah ia melaju hingga kini. Ia siapkan klaapertartnya dalam beberapa bentuk kemasan: (koppen) cup 100 ml, (klein) small 500 ml, (middel) medium 1.000 ml, dan (groot) large 1.500 ml. Kemasan koppen/cup itulah yang ia buatkan packaging khusus dengan nama brand-nya.
"Kalau bentuk cup gitu kan jadi mudah di take away," kata Hanna. Yah, maksudnya biar gampang lah orang beli satuan juga. Maklum, harga klappertaart buatan Hanna ini cukup tinggi. Satuan cup berlabel Rp 15.000. Dari harga itu Hanna mengaku hanya mengambil margin 30%. Ia memang tak bisa mengambil margin tinggi, karena tetap ingin mempertahankan bahan-bahan terbaik untuk produknya itu.
Asal tahu saja, salah satu bahan klappertaart adalah rhum, yang penggunaannya cukup banyak. Jadi bisa dipastikan yang muslim tak bisa mengkonsumsi hidangan ini karena tak halal.
"Itulah kenapa, aku membuat Klappertaart Keju dan Klappertaart Almond tanpa mempergunakan rhum." ujar Hanna.
Hanna mengatakan sudah ada lima pilihan rasa dan topping klappertaart, yaitu: original, keju, cokelat, almond, dan blueberry. Varian terakhir, yaitu Klappertaart Blueberry dibuat rendah kalori.
Dari semua varian tersebut Hanna mengatakan pilihan pelanggan masih banyak pada klappertaart original, "Yah, kira-kira 40% lah. Sisanya terbagi pada varian-varian yang lain."
Info & Pemesanan:
0818 838255 - 021 7088 7494
Harga Klappertaart
Cup Rp 15.000
Small Rp 75.000
Medium Rp 150.000
Large Rp 225.000
Waktu wawancara dulu, Mlandhing sempat mengulik resep unbaked klappertaartnya Hanna. Kapan-kapan kita postingkan ya...
Tag: kudapan, klappertaart, hanna
Terkait:
-
Pastel Panggang
Rabu, 8 Feb '12 08:26 -
Kue Cucur
Senin, 12 Des '11 23:20 -
Lombokan Manis
Selasa, 6 Des '11 21:16
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Dony Alfan: Nendang Banget
-
Wahyu Budiyono: Manis Deh
-
yudiantoro: Dua Jempol
-
miss maharrani: Manis Deh

Komentar:
Sering nongol di tipi tapi belon pernah nyicipin....
Dony Alfan: kemarin aku justru merasakan browmies solo mas... oleh-oleh temen... cuma lupa aku merk-nya... enak lho!
Silahkan login untuk memberikan pendapat