Sate Kere Yu Rebi 2
Selasa, 5 Jan '10 23:55
Tak hanya untuk jelata
Kenapa namanya sate kere? Dalam bahasa Jawa, kere berarti miskin, konon dulu sate kere ini hanya dinikmati oleh kalangan jelata yang tak mampu membeli sate daging yang biasa dinikmati oleh orang-orang kaya. Sate kere terbuat dari tempe gembus, yakni tempe yang terbuat dari ampas kedelai sisa pembuatan tahu. Kisah sate kere ini mirip dengan kisah tengkleng, yang dulunya hanya dinikmati kalangan bawah, kini juga dinikmati kalangan atas.
Sate kere Yu Rebi menggunakan tempe gembus pilihan yang dipasok dari produsen di Kartasura, tekstur gembus ini sangat lembut. Gembus terlebih dahulu dimasak dengan bumbu bacem: bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, gula jawa, dan asam jawa. Setelah selesai dibacem pun gembus masih direndam dalam bumbu bacem tadi, sehingga bumbunya benar-benar meresap. Baru kemudian gembus dibakar di atas arang, setelah itu diberi sambal kacang, rasanya manis dan pedas. Di dalam sambal kacang ini juga kaya irisan daun jeruk, sehingga terasa segar di mulut. Tambah nyamleng jika dimakan bersama irisan bawang merah dan cabai rawit.
Seiring dengan perkembangan jaman, sate kere kini lebih komplit, tidak hanya tempe gembus saja, tapi juga ada sate jerohan dan daging sapi. Cara memasaknya juga sama dengan tempe gembus tadi. Untuk sate jerohan dan daging sapi, tentu harganya tidak tergolong ‘kere’ lagi, satu porsi sate daging harganya Rp 25.000, sate campur Rp 20.000. Sedangkan satu porsi sate gembus alias sate kere, harganya Rp 7.500.
Sate kere atau sate gembus ini, bisa dipastikan bebas kolesterol, tapi untuk sate jerohan termasuk high risk, Anda musti menjaga nafsu makan, hehe
Buka: 11.00-20.00 WIB
Jl. Kebangkitan Nasional no 1-2, Solo (belakang Stadion Sriwedari)
Telp. 0271-739839
Tag: solo, sate, sapi, sate kere, yu rebi, surakarta, jerohan, gembus
Terkait:
-
Tongseng Buntel dari Warung Min Sinthung
Jumat, 4 Des '09 02:17 -
Sate Sapi Buntel
Minggu, 1 Nov '09 19:25 -
Sate Ayam Ponorogo
Kamis, 17 Jun '10 00:14
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yudiantoro: Renyah Gurih
-
maknyos: Dua Jempol
-
mlandhing: Renyah Gurih

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat