Tour de Pempek Van Djokdja pt. two 7
Selasa, 26 Jan '10 15:02
Oke, setelah review pertama, saya akan lanjutkan review untuk 3 warung pempek.
Perburuan warung pempek yang ketiga adalah warung pempek Ulu Bundar di utara Mirota Kampus. Beberapa kali saya sudah mendengar pujian teman-teman terhadap warung ini. Selain pempek, warung ini juga menyajikan somay. Kami memesan kapal selam saja (sepertinya kami sudah mulai mblenger pempek :D ). Berikut adalah penilaian saya.
Untuk pempek kapal selam berukuran standar, harga 5ribu termasuk murah. Rasanya juga tidak mengecewakan. Aroma ikan cukup terasa, kekenyalannya pun bisa diterima oleh lidah saya. Tidak ada rasa tepung yang masih mentah. Kuah cukanya, cukup lumayan, standar lah untuk lidah saya, walau masih cukup manis. Pempek Ulu Bundar ini mendapat tiga bintang dari lima. Cukup menjanjikan untuk kantong pelajar dan mahasiswa yang ingin ngemil sambil pacaran singkat sepulang sekolah atau kuliah, atau jika ‘mulut gatel pengen ngemil’ setelah dari belanja.
Warung keempat yang kami kunjungi adalah Ampera, warung yang menyediakan masakan Palembang, dari pindang patin hingga pempek. Terletak di jl. Mozes Gatotkaca, sayang sekali warungnya sudah tutup entah kenapa. Padahal, rasanya tidak mengecewakan lho. Akhirnya kami langsung menuju pempek Ny. Kamto di belakang supermarket Ramai (Jl. Beskalan), yang merupakan cabang utamanya. Warung pempek ini sudah ada sedari saya kecil, kurang lebih 20 tahun lalu, dan cukup melegend dikalangan penyuka pempek di Jogja.
Kami memesan kapal selam, tekwan, dan satu lagi pesanan dari bintang tamu kami sore itu, Bang Kristupa, yaitu pempek keriting. Pempek keriting ini penyajiannya cukup berbeda dan baru kami temui di warung Ny. Kamto. Pempek ini disajikan tidak dengan digoreng tapi dikukus/direbus (saya kurang tahu, tapi supaya tidakrancu bisa disebut pempek basah).
Penilaian saya sendiri terhadap pempek kapal selamnya, cukup mantap. Dengan harga 9ribu, tapi worth it lah. Aroma ikan tengiri terasa di setiap gigitan, kulit luarnya pun cukup renyah dan kenyalnya pas. Kuah cukanya juga cukup menggigit, manis, asam, pedas.
Tekwannya, dari dua tekwan yang saya rasakan sebelumnya, ini yang paling mantap. Kaldunya terasa kaldu sekali, tidakmeninggalkan rasa eneg di tenggorokan. Bening, light, gurih, entah kaldu ikan atau ayam, karena saya tidak mencium bau amis. Sepertinya lebih dekat ke kaldu ikan karena gurihnya berbeda dengan gurih kaldu ayam kampong. Isinya pun cukup lengkap, ada jamur kuping dan bihun. Tak ketinggalan bakso ikannya, yang menurut saya rasanya seperti baksoikan olahan siap masak yang tersedia di supermarket.
Sayangnya, warung Ny. Kamto ini untuk minuman hanya menyajikan minuman siap saji dalam kemasan. Bagi yang tidak doyan teh seperti saya, tidak bisa pesan es jeruk untuk menetralisir rasa pempek.
Keseluruhan, dari lima bintang, Ny. Kamto mendapat 4 bintang.
Perburuan dilanjutkan ke warung Raja Rasa di jl. Mataram. Lokasinya tidak cukup strategis bagi penggemar pempek, karena terletak di kawasan wisata belanja. Selain itu ada kekhawatiran, harga yang mahal, mengingat lokasinya di dekat Malioboro. Ternyata rentang harganya cukup murah, sekitar 3-5ribu, dan juga tersedia menu somay.
Kami memesan kapal selam dan pempek kulit. Surprisingly, ternyata pempeknya cukup nendang. Terutama pempek kulitnya. Tidak ada rasa amis, cukup kemripik alias kriuk-kriuk ketika dikunyah, rasa ikannya cukup terasa, mantap lah. Kapal selamnya sendiri, menurut saya hampir mirip dengan kapal selam Ulu Bundar yang sama-sama 5ribu, alias tidak mengecewakan.
Kuah cukanya menurut saya standar, cukup enak. Masih manis tapi masih bisa ditolerir lidah saya yang tidak begitu suka rasa manis. Oia, dari lima warung pempek yang kami coba, tidak ada kuah cuka yang pedas menurut lidah saya. Oke, kuah cuka Raja Rasa, ketika pertama dihirup meninggalkan rasa semriwing di hidung, tapi setelahnya biasa saja.
Pempek Raja Rasa ini mendapat 3,5 bintang dari lima, karena ia unggul di pempek kulit dan harganya yang cuma 3ribu (untuk pempek kulit).
Kesimpulan keseluruhan, rekomendasi pertama untuk pempek terenak di Jogja, masih dipegang Ny. Kamto, sedangkan runner up-nya Raja Rasa . Terimasih untuk bang Kristupa atas partisipasinya dan tips-tips-nya untuk food photography (antara lain, close up dan pencahayaan) dan juga Peri Kecil alias Lina yang turut meramaikan tour de Pempek. Selanjutnya, mungkin tour de Soto (wah kalau ini sumpah ga akan cukup dalam satu putaran mengingat banyaknya varian soto), tour de Gudeg, tour de Mangut, tour de Pecel, etc.
PS. Semua foto berkat mas herman saksono selaku juru potret, mas alle selaku juru rias, dan bang kristupa selaku juru lampu.
Tag: pempek, Tekwan, kapal selam, pempek keriting, pempek kulit, ulu bundar, raja rasa, ny kamto, food photography
Terkait:
-
Tour de Pempek Van Djokdja pt. one
Selasa, 26 Jan '10 14:04 -
Pempek, Ikon Makanan Palembang
Kamis, 31 Des '09 16:39 -
Pempek Rama: Citarasa Palembang di Kota Kembang
Selasa, 22 Des '09 14:34
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Herman Saksono: Dua Jempol
-
mlandhing: Nendang Banget
-
maknyos: Nendang Banget
-
Wahyu Budiyono: Manis Deh
Komentar:
usul: tour de bakmi & tour de ronde...
Tapi ini beda, beneran sebuah perjuangan kuliner, Merdeka!!!
Wahyu Budiyono: yg punyanya aja kali yang palembang... asistennya urang sunda kabeh euy... hehehe
Silahkan login untuk memberikan pendapat