Nagasari, Kue Jadul Yang Tetap Manis 2

Minggu, 21 Feb '10 09:33

Sejak hari Sabtu yang lalu, saya sengaja mengadakan sebuah program berburu jajanan pasar di seputaran pasar Kuto. Hal ini terinspirasi dari kenangan masa kecil dulu yang selalu membawa bontotan kalau pergi ke sekolah. Entah itu roti ataupun kue. Berhubung saya termasuk orang yang memiliki selera lidah tradisional, maka saya pun begitu menyukai makanan yang memang dijual dikalangan masyarakat kebanyakan. Mulai dari makanan berat, sedang ataupun ringan.

Nah, kali ini tujuan perburuan saya adalah jajanan pasar alias makanan kecil. Setelah selesai memarkirkan motor diselasar pasar Kuto Palembang, saya langsung menuju lapak-lapak kecil yang ada di depan. Tak begitu susah untuk langsung menemukan para penjual cemilan pasar. Tapi yang saya cari bukan lah makanan yang masih mudah untuk di jumpai, melainkan sebuah kue yang sering sekali oleh Almarhumah nenek saya masukan ke dalam kotak makanan saya. Yaitu: Nagasari.

Kue yang berbahan dasar tepung beras yang diselipkan pisang lilin ditengahnya dan dibungkus dengan daun pisang lalu dimasak dengan cara dikukus ini memang kue yang menjadi favorit saya sejak dulu. Kenapa? Karena rasanya yang manis gurih, lembut dan tidak membuat perut terasa berat. Kue Nagasari merupakan salah satu kue yang sudah cukup lama keberadaannya di kota Palembang. Namun seiring dengan perkembangan jaman, para penjaja kue Nagasari pun sudah makin jarang dijumpai dijalan-jalan pemukiman penduduk dikota ini. Saya masih ingat, kalau dulu para penjaja kue, sering sekali menawarkan dagangannya sampai masuk ke pemukiman penduduk. Dan biasanya jam operasioanal mereka dimulai sejak pukul 5.30 pagi sampai jam 8.00 pagi. Dengan membawa keranjang yang dibungkus kain, para penjual meneriakkan “Kue...Kue..” dengan nada suara yang nyaring dan dibuat seunik mungkin. Sehingga membuat para penghuni rumah yang dilewati oleh penjual kue bisa langsung mengenali.

Pada masa sekaran ini, untuk menemukan berbagai jajanan pasar seperi Nagasari, kita agak sedikit melakukan perjuangan. Sebab, keberadaan pasar tradisional dan para pedagang kue keliling sudah mulai tergerus oleh perkembangan sistem penjualan modern. Akibatnya, ya... makin sulit didapat. Tapi, bagi Anda yang ingin mencoba ataupun mengingat masa lalu melalui jajanan pasar seperti kue Nagasari ini, Anda bisa kunjungi pasar Kuto dan pasar Cinde untuk merasakan kenikmatan kue rakyat ini dengan harga cukup Rp. 500,- saja per kue. Murah kan...


Tag: Kue Nagasari

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mlandhing 0 0
Wahyu Budiyono: waaaa... ini nagasari yang sama, yang ada di jawa... buatnya mudah tuh... aku postingin ya.
Wahyu Budiyono 0 0
mlandhing: Iya sama mbak... Yang uniknya, didaerah luar Palembang. Kue ini jadi salah satu syarat kue hantaran loh...

Silahkan login untuk memberikan pendapat